Selasa, 18 November 2014
Senin, 17 November 2014
Wiro Sableng #1 : Empat Berewok Dari Goa Sanggreng
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : EMPAT BEREWOK DARI GOA SANGGRENG
"Ini!" kata laki-laki berkumis melintang itu dengan suara kasar. "Berikan sama dia! Aku harus terima jawaban hari ini juga, Kalingundil!! Kau dengar!?" Orang yang bernama Kalingundil mengangguk. Diambil surat yang disodorkan.
"Kalau dia banyak bacot.....," kata laki-laki berkumis melintang itu pula, "bikin beres saja. Berangkat sekarang, jika perlu bawa Saksoko!" Kalingundil berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Dan bila Kalingundil baru saja lenyap di balik pintu maka menggerendenglah Suranyali, laki-laki yang berkumis tebal itu.
"Betul-betul perempuan laknat! Perempuan haram jadah!" Dibulatkannya tinju kanannya dan dipukulkannya meja kayu jati di hadapannya.
"Brakk!!"
Papan meja pecah. Keempat kaki meja amblas sampai tiga senti ke dalam lanci ubin dan ubin sendiri retak-retak! Kemudian dia berdiri. Tubuhnya menggeletar oleh amarah yang hampir tak bisa dikendalikannya lagi. Dan mulutnya terbuka kembali. Dia memaki-maki seorang diri.
"Perempuan keblinger! Ditinggal satu tahun tahu-tahu kawin! Bunting malah dan punya anak malah! Keparat!" Suranyali berdiri dengan nafas menghempas-hempas di muka jendela lalu dia melangkah ke meja lain yang juga terdapat di ruangan itu. Dari dalam sebuah kend
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #1 : Empat Berewok Dari Goa Sanggreng - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 13 November 2014
Selasa, 11 November 2014
Senin, 10 November 2014
Jumat, 07 November 2014
ANTARA MENJADI EMAS DAN MENJADI ARANG
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 06 November 2014
MENGAPA SAYA?
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 05 November 2014
Jangan Pernah Menyerah
?Aku hanya manusia biasa.. karena aku tidak mampu mengerjakan semuanya, maka aku tidak akan menolak mengerjakan apa yang mampu aku lakukan.. ?
(Albert Everett Hale)
Aku adalah seorang perawat yang khusus merawat penderita stroke. Ada dua karakter khas yang aku temui dari penderita stroke, mereka sangat ingin hidup ? atau justru ingin segera mati. Salah satu pasien yang cukup berarti bagiku ialah Albert.
Saat berkeliling melakukan pemeriksaan di rumah sakit, aku melihat Albert, dalam posisi meringkuk dalam posisi seperti janin dalam kandungan. Ia seorang pria setengah baya. Tubuhnya ditutupi selimut ? dan kepalanya hampir tidak kelihatan di balik selimutnya. Ia tidak bereaksi saat aku memperkenalkan diri.
Di ruang jaga perawat aku mendapatkan informasi bahwa umur Albert tidak panjang lagi. Ia hidup sendirian, istrinya telah meninggal, dan anak-anaknya entah berada dimana. Mungkin aku dapat menolongnya. Meskipun aku seorang janda, tubuhku bagus dan wajahku masih cantik. Aku ja
... baca selengkapnya di Jangan Pernah Menyerah - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Minggu, 02 November 2014
CALON RAJA
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 01 November 2014
Wiro Sableng #3 : Dendam Orang-orang Sakti
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : EMPAT BEREWOK DARI GOA SANGGRENG
LUKA besar di bekas kutungan tangan kanannya itu membuat tenaganya semakin lama semakin mengendur. Kalau tadi dengan segala tenaga yang ada macam manusia dikejar setan dia melarikan diri dari pekuburan Djatiwalu itu, maka kini jangankan lari, berjalan melangkahpun dia sudah tidak sanggup. Tubuhnya terhuyung-huyung. Nafasnya megap-megap seperti mau sekarat!
Saat itu dia berada di tepi sebuah jurang. Dalam larinya tadi dia tak memperhatikan lagi ke mana tujuannya sehingga di mana dia berada saat itu adalah satu tempat yang jarang didatangi manuisia. Sunyi senyap mencengkam menegakkan bulu roma. Matanya yang berkunang-kunang, pemandangannya yang semakin mengelam dan daya tenaga yang sudah habis sampai ke batasnya membuat tubuhnya tak ampun lagi jatuh terperosok ke dalam jurang ketika salah satu kakinya terserandung di bebatuan yang menonjol di tepi jurang.
Masih untun jurang itu bukanlah jurang batu, tapi jurang yang penuh ditumbuhi semak belukar. Tubuhnya menggelinding ke bawah membentur semak belukar mengait ranting-ranting pepohonan rendah. Sakit tubuhnya bukan main, apalagi bekas luka kutungan di tangan kanannya. Ketika dia terhampar di dasar jurang, dia tiada sadarkan diri lagi!
Bila dia sadarkan diri maka saat itu matahari sudah hamper tenggelam. Keadaan di dasar jurang sunyi itu gelap dan dingin karena pantulan sinar matahari yang terakhir tidak sampai menyaputi dasar jurang di mana dia berada. Dia berpikir-pi
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #3 : Dendam Orang-orang Sakti - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1